Chiko
Penulis
11 min read dibaca 922 kali

Begini Cara Membuat Musik EDM (Electronic Dance Music)

By Chiko 11 min read
Begini Cara Membuat Musik EDM (Electronic Dance Music)
Apakah kamu pernah terpikirkan bagaimana seorang DJ/Produser Rekaman membuat musik yang kadang berisik atau mungkin asik?

Apakah kamu pernah terpikirkan bagaimana seorang DJ/Produser Rekaman membuat beat - beat yang kadang berisik atau mungkin asik seperti The Chainsmokers dengan Roses nya di tahun 2015 silam, atau Scary Monsters and Nice Sprites milik Skrillex yang terkenal dengan suara aneh dan berisik namun mencetak Platinum?

Sebelum tahun 1970, sebuah musik diciptakan dengan menggunakan berbagai macam perangkat elektronik, seperti Mixer, Compressor, Equalizer dan sebagainya. Namun, diawal abad 20 komputer telah merubah cara menusia menciptakan musik sekaligus merubah industri musik itu sendiri.

Sampai pada tahun 1997, duo musisi asal Prancis, Daft Punk merilis album Homework yang menarik perhatian banyak penikmat musik disko. Disusul Tiesto, David Guetta dan Skrillex yang mulai pencuri perhatian dengan penghargaan Grammy Pertamanya. 

Nah makin penasaran kan bagaimana musik ini dibuat?

1. DAW

(Digital Audio Workstation ditampilkan dalam satu gambar. Sumber: creationmusicale.fr)

Electronic Dance Music atau biasa disebut EDM, biasanya dibuat dengan menggunakan sebuah komputer dan software DAW (Digital Audio Workstation) meskipun ada beberapa orang yang hanya menggunakan Modular Synthesizer.  Ada berbagai macam jenis DAW, seperti Ableton Live, FL Studio, Logic Pro, Cubase, dll. Hampir semua DAW menawarkan fitur yang mampu mengolah sinyal suara, hanya beberapa tampilan dan flow penggunaan saja yang berbeda.

Sebagai contoh Fl Studio cocok untuk membuat beat hiphop karena kemudahan dengan adanya pattern drawer. Ableton lebih mudah untuk membuat musik yang kompleks karena DAW ini dikenal sebagai yang paling handal dalam mengolah sample. Atau Cubase yang sangat nyaman jika ingin merekam band atau vokal. 

So, what  DAW should I choose?  It's depend on your music! Jika kamu ingin membuat beat yang sering berulang, seperti House, HipHop cobalah FL Studio. If you want to make really complex music like Dubstep or Trap, Ableton is the best choice. 

2. Synthesizer 

(Synthesizer, Sumber: www.thomann.de)

Synthesizers (atau synthesizer, tepat disebut “suara” atau “musik” synthesizer, dan sering disingkat menjadi “synth”) adalah alat musik elektronik yang menggunakan satu atau lebih generator untuk membuat bentuk gelombang suara yang kemudian diolah dan dikombinasikan untuk menghasilkan musik suara. Synthesizers sangatlah penting dalam era musik modern saat ini. Berbagai gaya musik tidak adakan ada jika tidak ada pelopor seperti Robert Moog, Donald Buchla, Tom Oberheim dan Dave Smith yang telah menemukan pondasi dalam elektronik musik. 

Ada berbagai macam instrumen synthesizer seperti Moog Sub 37, Prophet-6, Roland TB-03, Arturia MicroBrute namun saat ini banyak Music Producer (sebuatan sebagai orang yang menciptakan musik) menggunakan synth digital seperti Serum, Kontakt, Sylenth1, Massive, FM8, Nexus, Operator dan masih banyak lagi.

Skrillex menggunakan Massive untuk sebagian besar suara Growl-nya.  Martin Garrix menggunakan Sylenth1 saat membuat Animals


3. Suka Musik

(Music Scale, Sumber: www.dcu.ie)

Mengapa suka musik? karena dalam musik elektronik kita tidak dituntut untuk bisa memainkan sebuah instrumen, asal ada kemauan dan suka mendengarkan musik kamu bisa ikut bikin beat asik, Namun untuk membuat musik yang harmonis tentu kamu mempelajari sedikit tentang Teori Musik, terutama scale, ritme, chord progression, dan mixing. Selain itu juga refrensi terhadap musik juga turut menunjang karya kamu agar bisa stand out.

Membuat musik elektronik tidaklah sesulit yang dibayangkan, apalagi dengan adanya komputer yang super murah dizaman sekarang. Mulailah berkarya dan menuangkan kreatifitas positif akademia ya. :)


Penulis: Khakim Assidiqi 

Gambar: Udemy.com - Learn How to Become a DJ 

Sumber: dikutip dari berbagai sumber, tercantum dalam link.