Tim KKN UNNES GIAT 3 Bantu Pelaksanaan dan Perkenalkan Olahraga Ekstrem “BOROBUDUR PAINTBALL”

Tim KKN UNNES GIAT 3 Bantu Pelaksanaan dan Perkenalkan Olahraga Ekstrem “BOROBUDUR PAINTBALL”

By Divisi News 16 min read
Tim KKN UNNES GIAT 3 Bantu Pelaksanaan dan Perkenalkan Olahraga Ekstrem “BOROBUDUR PAINTBALL”

MAGELANG – Borobudur Paintball merupakan yang pertama memperkenalkan olahraga ekstrem paintball di Magelang. Terletak hanya 5 menit dari obyek wisata Candi Borobudur. Tepatnya di Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Permainan adu tembak ini sangat mudah diakses, menyajikan opsi baru bagi pecinta olahraga untuk mendapatkan keseruan penuh strategi dan pemacu andrenalin.

Hal ini juga menjadikan Borobudur Paintball sebagai pencetus akan potensi kepariwisataan desa yang bisa dikembangkan menjadi salah satu mata pencaharian baru bagi warganya. 

“Paintball sepenuhnya dioperatori oleh warga desa wringinputih, harapannya hal tersebut dapat menjadi pemantik bagi masyarakat desa wringinputih untuk sadar bahwa dalam bidang kepariwisataan desa juga bisa menjadi lapangan pekerjaan yang cukup menjanjikan kedepannya”. Ucap Nugroho, salah satu pengurus Borobudur Paintball sekaligus anggota BUMDes Wringinputih.

Paintball yang dikenal dengan olahraga simulasi perang ini merupakan olahraga ekstrem sehingga mewajibkan seluruh pemainnya menggunakan seragam lengkap untuk menghindari kontak langsung dengan kulit ataupun pakaian bisa karena senjata yang digunakan berisi peluru cat sehingga akan cukup menyakitkan jika terkena tembakan secara langsung. Peluru cat juga digunakan untuk mempermudah penandaan bahwa pemain telah terkena tembakan sehingga menjaga fair play permainan perang-perangan ini.

Seragam yang digunakan menggunakan dua corak yang berbeda yaitu seragam dengan warna hitam polos dan tim lawan menggunakan seragam hitam dengan corak berwarna kuning untuk membedakan antara Tim A dan Tim B. Selain itu, ada pula senjata yang digunakan disebut dengan “Paintball Gun” berbentuk senjata laras panjang dengan gas sebagai pemicu tembakannya.

Permainan paintball ini setidaknya membutuhkan minimal 10 pemain. Pemain dibagi menjadi 2 tim dengan masing-masing 5 anggota. Semakin banyak pemain yang ikut serta maka permainan akan semakin hidup. Dengan tujuan utama memenangkan permainan paintball ini adalah dengan mengeliminasi seluruh pemain musuh atau mengambil bendera lawan menjadikan permainan ini memberikan pengalaman perang yang sesungguhnya.

Tempat untuk melaksanakan permainan paintball yang disebut sebagai lapangan pertempuran dibuat semirip mungkin dengan nuansa pada medan perang sesungguhnya. Untuk memberikan kesan layaknya peperangan sesungguhnya, tumpukan ban dan potongan seng yang ditata sedemikian rupa menjadi hal biasa dalam permainan peperangan ini. Pepohonan menjadi kesan pelengkap dalam menyempurnakan medan perang di lapangan pertempuran paintball.

Tim KKN UNNES GIAT 3 membantu kepengurusan Borobudur Paintball bersamaan dengan dilaksanakannya event dengan tamu dari “Pelaku Wisata Borobudur” pada tanggal 3 November 2022 dan influencer ternama “Putri Erikka” dan “Mbak Ninid” pada tanggal 6 November 2022. Tim KKN UNNES GIAT 3 bersama dengan Tim Borobudur Paintball bekerja sama dalam hal persiapan acara, pelaksanaan acara, dokumentasi hingga pembuatan konten sosial media demi memastikan kelancaran acara tersebut.

Persiapan dilaksanakan seminggu sebelum acara diawali dengan diadakannya rapat pengurus beserta seluruh anggota Tim KKN UNNES GIAT 3 dengan merancang konsep pelaksanaan untuk kedua acara tersebut hingga persiapan teknis penyiapan tempat, 2 hari sebelum acara. Persiapan lainnya sebelum acara dimulai adalah pengisisan ulang peluru, bahan bakar dan pengecekan senjata, hingga persiapan lapangan pertempuran dan dokumentasi behind the scene-nya.

Uniknya, Borobudur Paintball memiliki lapangan portable yang bisa dipindah tempatkan menyesuaikan keadaan. Borobudur Paintball untuk sementara waktu ditempatkan di Rest Area Brongsongan dikarenakan lokasi utama Borobudur Paintball yang seharusnya berada di Balkondes Desa Wringinputih sedang dilakukan rekonstruksi penuh sehingga hal tersebut tidak memungkinkan untuk digunakan dalam acara tersebut.

Tim KKN UNNES GIAT 3 berkesempatan ikut serta dalam kedua acara tersebut dengan terjun langsung ke lapangan. Dengan memanfaatan perkembangan teknologi, Tim UNNES GIAT 3 juga berkesempatan untuk mengabadikan momen tersebut sekaligus mengenalkan Borobudur Paintball secara lebih luas dengan media promosi melalui media sosial Tiktok maupun Reels Instagram karena dinilai memiliki nilai engagement yang tinggi.

Salah satu pelaku wisata Borobudur, Firman, mengaku bahwa untuk bermain paintball ini diperlukan mental yang kuat karena setelah masuk ke lapangan dan bermain maka akan dihadapkan pada situasi seperti pada perang sesungguhnya, dimana adrenalin benar-benar dipacu dan strategi menjadi nilai penting untuk memenangkan permainan ini.

“Untuk bermain paintball yang penting berani dulu karena harus punya mental kuat buat main di lapangan paintball ini”. Tutur Firman.

Pendapat yang sama juga dilontarkan oleh Putri Erikka. Dalam permainan paintball ini diperlukan persiapan yang matang karena banyak sekali situasi yang diluar dugaan bisa terjadi, bahkan dengan seragam lengkap yang sudah sesuai standar pun kita masih bisa terkena tembakan yang cukup menyakitkan.

“Walaupun dengan seragam lengkap, tangan saya masih terkena tembakan. Akan tetapi paintball ini tetap seru banget dan patut untuk dicoba”. Ujar Putri Erikka.

Penulis :

Seluruh Tim KKN UNNES GIAT 3 DESA WRINGINPUTIH

Dr. Eng. Rizqi Fitri Naryanto, S.T., M. Eng. Sebagai DPL